
Lhoksemawe, Hari ini menjadi momen penuh kebanggaan bagi keluarga besar Ma’had Aly Raudhatu Maarif. Sebanyak 12 alumni resmi diwisuda pada jenjang Strata Dua (S2) di Universitas Sultanah Nahrasiyah, Lhokseumawe pada 29 April 2026 di Gedung Serbaguna UIN Shultanah Nahrasiyah Lhoksemawe.
Momen ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan perjalanan panjang para santri dalam menuntut ilmu, memadukan antara kedalaman keilmuan agama dan penguatan intelektual di ranah perguruan tinggi.
Nama-nama yang turut mengukir sejarah hari ini adalah:
1. Tgk. Mawardi, S.Ag.,M.H.
2. Tgk. Amrul Fajar, S.Ag.,M.H.
3. Tgk. Muhammad Rusli, S.Ag.,M.H
4.Tgk. Muhammad Bukhari, S.Ag.,M.H.
5.Tgk. T.M. Zamanhuri, S.Ag. M.H.
6. Tgk. Aulia Ababil,S.Ag, MH.
7.Tgk. Marzuki, S.Ag.,M.H.
8.Tgk. Amiruddin, S.Ag,.M.H.
9. Tgk. Zulkifli, S.Ag. M.H.
10. Tgk. M. Adhar, S.Ag.,M.H.
11. Tgk. H. Ahmad Zuhdi, S.Pd., S.Ag. M.H.
Dan
12 Tgk. Khairul Akfal, S.Ag.,M.H.
Mereka adalah representasi dari semangat belajar yang tidak pernah padam, meski ditempa oleh berbagai tantangan selama proses pendidikan.
Setiap nama membawa kisah perjuangan, mulai dari malam-malam panjang bersama kitab kuning hingga hari-hari penuh dedikasi dalam menyelesaikan studi akademik.
Bahkan salah satu dari mereka, yaitu Tgk. H. Ahmad Zuhdi, S.Pd.,S.Ag.,M.H. menjadi salah satu dari dua lulusan terbaik dengan raihan IPK 3.98 pada Wisuda Pascasarjana UINSUNA Lhoksemawe pada momen Wisuda kali ini. Ini menjadi bukti bahwa lulusan kampus berbasis Dayah mempunyai nilai saing.
Semua Alumni Ma’had Aly RAMA dan juga selaku dewan guru Dayah Raudhatul Ma’arif Cot Trueng yang diwisudakan hari ini semuanya hampir mendapat nilai Cumlaude. Sebuah Prestasi yang membanggakan bagi keluarga besar Dayah Raudhatul Ma’arif Cot Trueng.
Lebih istimewa lagi, keberhasilan ini turut diperkuat oleh kehadiran dua Dewan Guru Dayah Raudhatul Maarif lainnya, yakni Tgk. Muyasir, M.Pd. dan Tgk. Ridha Zuhaimi. M.Pd. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai saksi, tetapi juga sebagai simbol keberkahan ilmu yang diwariskan dari guru kepada murid. Dalam tradisi dayah, hubungan ini bukan sekadar akademik, melainkan juga spiritual—menghubungkan sanad keilmuan yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Wisuda ini menjadi bukti bahwa alumni dayah mampu bersaing dan berkontribusi dalam dunia akademik modern tanpa kehilangan identitas kesantrian Dayah-nya. Mereka hadir sebagai jembatan antara tradisi dan inovasi, antara nilai-nilai klasik dan tantangan zaman.
Gelar Magister yang diraih bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada masyarakat. Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, keberadaan para alumni ini diharapkan mampu menjadi pelita—menerangi jalan umat dengan ilmu, akhlak, dan kebijaksanaan. Mereka bukan hanya lulusan, tetapi juga pewaris amanah keilmuan yang harus dijaga dan disebarkan dengan penuh keikhlasan.
Hari ini, Lhokseumawe menjadi saksi lahirnya generasi intelektual baru dari rahim dayah. Sebuah langkah kecil dalam seremoni, namun langkah besar dalam perjalanan peradaban.
Semoga ilmu yang diperoleh menjadi berkah, membawa manfaat, dan menjadi cahaya yang tidak pernah padam di tengah kehidupan umat.
Kami keluarga Besar Cevitas Akademik Ma’had Aly Raudhatul Ma’arif dan juga para Alumi mengucapkan selamat dan rasa bangga bagi para guru-guru dan Tgk-Tgk atas Wisuda Magesternya pada hari ini. Semoga Allah memudahkan jalan Tgk-Tgk semua untuk melanjutkan meraih prestasi-prestasi lainnya di masa depan.
